Saturday, February 9, 2013

Pembahasan Soal Pembangkit Energi Listrik



1.   Bagaimana cara menghitung daya yang terkandung dalam suatu air terjun? Bagaimana penurunan rumusnya?
Jawab :
Kita tinjau bahwa di puncak air terjun massa air memiliki tenaga potensial yang besarnya :
Ep = W =  m. g. h,  dimana massa air (m) adalah ρV
Daya yang dibangkitkan suatu air terjun merupakan perubahan tenaga potensial air menjadi tenaga untuk penggerak turbin di bawahnya.

P = Q .ρ. g. h
dimana :
P    =  daya (watt)
Q   =  debit air (m3/detik)
g   =  percepatan gravitasi (m/detik² )
h   =  tinggi air terjun (m)
ρ   =  massa jenis air (kg/ m3)

Contoh : Suatu air terjun dengan ketinggian 10 m mengalirkan air dengan debit 20 m3/detik Berapa daya yang dapat dibangkitkan oleh air terjun tersebut jika ρair = 1000 kg/ m3?
Dengan demikian kita dapat menghitung daya yang ditimbulkan oleh air terjun.
P = 20  m3/detik  x 1000 kg/ m3 x 10 m/detik²  x 10 m
P = 2 x 106  Watt


2.       Bagaimana prinsip kerja PLTA pompa dan apa manfaatnya?
Jawab :
Pada PLTA pompa terdapat dua buah waduk, yaitu waduk bawah dan waduk atas. Pada saat kebutuhan beban dalam sistem tenaga listrik rendah, maka kelebihan daya yang tidak diserap oleh konsumen dipakai untuk memompa air dari waduk bawah ke waduk atas untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Sedangkan pada saat beban puncak, air yang terkumpul pada waduk atas akan dialirkan ke waduk bawah untuk memutar turbin dan menghasilkan daya listrik untuk memenuhi kebutuhan beban puncak.
Pada saat beban puncak, PLTA pompa bertindak sebagai generator dan membangkitkan energi listrik. Pada saat beban minimal, PLTA pompa bertindak sebagai beban dimana generator menjadi motor dan turbin menjadi pompa. Secara skematis prinsip kerja PLTA pompa seperti gambar berikut.
Manfaat PLTA pompa antara lain :
-    Pembangkit ini bermanfaat untuk menyimpan energi listrik sisa yang dibangkitkan. Pada saat malam hari, semua orang serempak menggunakan listrik sehingga beban melonjak secara seketika. Sehingga PLTA pompa cocok digunakan untuk memikul beban puncak pada malam hari.
-   Mengurangi masalah pemindahan penduduk, karena PLTA pompa hanya memerlukan luas genangan waduk yang sedikit. Waduk hanya bersifat tando harian, bukan waduk tahunan seperti pada PLTA skala besar pada umumnya.
-  Mengurangi luas daerah genangan waduk yang harus dibebaskan tanahnya. Sehingga biaya pembuatan bendungan jauh lebih rendah dibanding PLTA konvensional. Karena untuk menampung air yang volumenya sedikit, maka tinggi dan volume bendungan juga jauh lebih rendah.
 

· 
3.       Bagaimana menghitung debit air yang mengalir pada pipa pesat pada PLTA?
Jawab :
Debit adalah besaran yang menyatakan banyaknya air yang mengalir selama 1 detik yang melewati suatu penampang luas.
Aliran fluida yang melalui sebuah pipa yang panjangnya L dengan kecepatan v. Luas penampang pipa adalah A. Selama t detik volume fluida yang mengalir adalah V = AL, sedang jarak L ditempuh selama t = L/v detik maka debit air adalah :

Q = V / t =(A.L) / (L/v) = A.v
dimana :
V  =  volume fluida yang mengalir (m3)
 t   =  waktu (detik)
A  =  luas penampang (m2)
v   =  kecepatan aliran (m/detik)
Q  =  debit aliran fluida (m3/detik)

Contoh : Air mengalir dalam pipa pesat yang mempunyai diameter 85 cm (0.85 m) dengan kecepatan 25 m/detik. Berapa laju (debit) aliran volumenya?

Q = A.v = ¼ . π . D². v
          Q =  ¼ . π. 0.85² m² . 25 m/detik  =  14, 2 m3/detik

Thursday, February 2, 2012

CONTOH MAKALAH MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Identitas Usaha
1.      Jenis Usaha
Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Yang harus dimiliki seorang pelaku usaha dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) antara lain seperti skill (kemampuan), tekad (kemauan), modal, target dan tujuan, dan tempat.
Bisnis kuliner (makanan) menjadi ladang bisnis yang menarik minat banyak orang. Hal ini disebabkan peluang bisnis pada sektor makanan lumayan menggiurkan. Selagi manusia membutuhkan masih membutuhkan makanan maka peluang bisnis di sektor makanan sangat terbuka. Belum lagi aktivitas manusia yang tidak puas dengan memasak sendiri tetapi ingin membeli makanan yang sudah jadi. Namun sejalan dengan peluang bisnis makanan yang terbuka lebar tersebut, pelaku usaha di sektor makanan juga tidak kalah banyaknya. Sebagian menuai sukses sebagian lagi akhirnya gulung tikar karena dagangan tidak laku.
Dalam penulisan makalah ini, penulis memberikan sebuah contoh tentang seseorang yang bernama Bapak Sukirno yang berani terjun dalam dunia wirausaha (dalam hal ini dagang) yang bergerak dalam bisnis kuliner (makanan) yang menyajikan jenis makanan seperti beberapa jenis mie ayam,bakso, dan aneka jenis es.
 
2.      Alamat Usaha
Usaha Bapak Sukirno ini diberi nama “Mie Soker” yang beralamat di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II KM 12 No. 503 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Palembang. 
3.      Bentuk Usaha
Bentuk usaha yang ditekuni oleh Bapak Sukirno ini tergolong dalam usaha kecil. Hal itu dikarenakan bisnis kuliner ini termasuk dalam kriteria usaha kecil, antara lain jenis barang (dalam hal ini makanan) umumnya sudah tetap (tidak berubah-ubah), lokasi / tempat usaha sudah menetap (tidak berpindah-pindah), dan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak (kurang dari tiga puluh orang).
Selain itu, usaha Bapak Sukirno ini sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, sudah memenuhi persyaratan legalitas seperti surat izin, surat izin tempat usaha (SITU), dan NPWP demi menjaga kelancaran usaha. Apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang menyangkut legalitas usaha, tidak membuat terganggunya operasional. Sedangkan sumber daya manusia (pengusaha) diperoleh berdasarkan pengalaman dalam berwirausaha, bukan sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih secara khusus.
B.          Sejarah Usaha
Proses bisnis yang baik adalah yang berangkat dari bawah lalu naik setahap demi setahap secara konsisten. Selain itu butuh  pengorbanan dan perjuangan yang besar untuk sukses. Jatuh dan bangun dalam usaha bisnis merupakan hal yang biasa terjadi. Namun sikap pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan suatu usaha bisnis. Itulah kira-kira yang menjadi landasan Bapak Sukirno pemilik ” Mie Soker”.
Pria kelahiran Gunung Kidul, 3 Juni 1976 ini hijrah ke Sumatra tahun 1981 dalam rangka program transmigrasi lokal. Selepas SMA ia bekerja sebagai sales buku pelajaran hingga tahun 2001. Tak lama Bapak Sukirno alih profesi ikut membantu kakaknya membuat dan menjual mie ayam di Sungai Lilin, Palembang. Setiap hari ia menjajakan mie ayam dari desa ke desa hingga akhirnya Bapak Sukirno memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
Sejak itulah ia melakukan berbagai terobosan, salah satunya ia terusik dengan urusan kuah mie ayam dan bakso yang harus sering diganti karena kotoran dari aci. Sementara kalau tidak sering diganti akan mengurangi citarasa mie dan kurang enak dilihat. Di sisi lain, terlalu sering mengganti kuah akan merepotkan, apalagi jika sedang banyak pembeli.
Setelah beberapa kali uji coba, ia pun menemukan cara yaitu mencuci mie sebelum direbus. Jika mie dicuci, maka tidak mengubah rasa mie dan air rebusan tidak cepat keruh, sehingga tidak harus sering diganti. Paling tidak bisa bertahan sampai pemakaian 150 porsi. Selain itu pembeli juga berkomentar bahwa rasa mie menjadi lebih enak. Walaupun agak sedikit merepotkan, namun yang terpenting pelanggan merasa puas.

BAB II
PERENCANAAN USAHA
Langkah pertama setelah memilki ide untuk memulai usaha, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat perencanaan. Hal ini berguna sebagai persiapan awal yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. Pengertian dari perencanaan usaha adalah suatu misi, usulan, operasional, finansial, strategi, peluang usaha yang mungkin diraih dan kemampuan serta keterampilan pengelolaanya.
A.           Perencanaan Sumber Daya Kewirausahaan
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan tertentu. Tujuan perencanaan harus tegas, jelas dan mudah dimengerti, disesuaikan dengan kondisi yang ada namun harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengkombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Jumlah orang yang memiliki jiwa wirausaha, yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi.
Menurut Bapak Sukirno, sebelum memulai suatu usaha, seseorang yang berniat untuk melakukan usaha harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dengan matang. Diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Selain itu juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan, apakah di bidang pertanian, industri, kuliner, jasa atau jenis usaha yang lain.
Seorang wirausahawan harus dapat mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek modal, produksi (menyangkut ketersediaan sumber daya alam), sumber daya manusia (tenaga kerja), kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi setiap bulannya.
B.          Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, membutuhkan daging sebanyak 5 kg, tepung kanji sebanyak 3 kg, minyak goreng 3 liter, kecambah, arang, sawi, cabai, bawang, saus, kecap, dan beberapa bumbu lainya. Mie Soker ini mulai buka pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Oleh karena itu, belanja bahan-bahan dan pembuatan mie ayam dan bakso dimulai pukul 05.00 WIB sampai 08.00 WIB. Setelah semua selesai dikerjakan, baru kemudian warung dibuka.
Menurut Bapak Sukirno, proses pembuatan bakso, mie dan bahan-bahan lainnya sangat diperhatikan seperti dalam proses penakaran rempah rempah  dan daging sapi, sampai bumbu rahasia yang sangat menentukan cita rasa makanan yang akan dihasilkan. Sehingga membutuhkan kecermatan dan kesabaran yang pada intinya, pembuatannya membutuhkan sentuhan cinta sang peraciknya.
Selain itu, bahan-bahan yang digunakan sangat banyak dijumpai di pasar tradisional maupun pasar modern, sehingga tidak khawatir akan kehabisan stok bahan baku di pasaran. Yang paling penting adalah bahan tersebut masih segar dan layak untuk diolah menjadi makanan yang akan dijual sehingga menghasilkan makanan yang berkualitas
Kebersihan tempat juga sangat diperhatikan. Sehingga konsumen pun senang, nyaman, dan tidak perlu khawatir dengan proses produksinya. Lokasi / tempat usaha yang strategis dan calon konsumen, sangat mempengaruhi maju atau tidaknya suatu usaha.
C.          Perencanaan Pasar
Pemasaran merupakan ujung tombak dari bisnis yang kita miliki. Sebagus apapun produk dari bisnis yang kita miliki, tanpa pemasaran yang baik menjadi tidak ada artinya. Pemasaran bisnis usaha kecil tidak semata-mata menjual hasil produksi, tetapi juga menciptakan image bahwa produk kita baik dan berkualitas.
Di dalam mencapai target pemasaran, menurut Bapak Sukirno ada beberapa hal yang harus dilakukan agar pemasaran dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan target yang diharapkan bahkan lebih. Beberapa hal tersebut antara lain :
a)  Menentukan lokasi / tempat usaha yang tepat (strategis)
b) Selalu menambah pengetahuan, sehingga mampu mempromosikan kepada konsumen tentang keunggulan bakso dan mie ayam kami dengan makanan lain yang sejenis.
c)  Memiliki menu andalan yang menarik pelanggan
d) Menetapkan harga makanan yang kami jual, yang mampu bersaing dengan makanan lain yang sejenis
e) Kualitas pelayanan, seperti masalah keramahan, kebersihan, waktu penyajian makanan serta kualitas rasa makanan
f)   Tidak bosan belajar dari siapa saja agar bisa maju
g)  Menjaga kejujuran, kualitas makanan dan pelayanan yang kami berikan
h)  Selalu mencatat dan memantau perkembangan penjualan yang terjadi dari hari ke  hari, minggu ke minggu. Sehingga bila ada hambatan dapat cepat ditanggulangi
i)   Selalu menjaga hubungan baik dengan para pelanggan
j)   Selalu mencari peluang baru, tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja
k)  Jangan lupa untuk selalu beribadah dan berdoa serta beramal
D.          Perencanaan Keuangan
Kondisi berwirausaha membutuhkan perencanaan keuangan yang berbeda dengan seseorang yang berpendapatan tetap. Dalam situasi ini, seorang wirausahawan dituntut untuk lebih bijak dan disiplin mengelola keuangan. Dan yang terpenting, harus mampu memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Dalam memulai dan mengembangkan usaha ini, Bapak Sukirno mendapatkan modal usaha dengan mengajukan peminjaman uang kepada bank.
Bapak Sukirno juga memiliki catatan keuangan yang digunakan untuk mengetahui dengan pasti jumlah modal, biaya operasional yang dikeluarkan, dan keuntungan yang diperoleh setiap harinya. Selain itu juga, catatan keuangan tersebut berfungsi sebagai kontrol atau untuk mengetahui kepastian keuntungan yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bagian mana saja yang harus disisihkan untuk ditabung dan digunakan untuk pengembangan usaha.

BAB III
PENGELOLAAN USAHA
A.            Gambaran Usaha
Bakso dan mie ayam merupakan salah satu alternatif makanan yang begitu digemari oleh masyarakat. Untuk dapat menikmati bakso atau mie ayam, tidaklah begitu sukar untuk ditemukan. Dari hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (2007), sejumlah produk pangan seperti mie basah, tahu, bakso, dan ikan positif mengandung bahan pengawet formalin.
Mie Soker mencoba menyajikan suatu alternatif dari hasil olahan bakso dan mie ayam yang bergizi tinggi, tanpa penyedap dan pengawet. Melihat peluang pasar pada saat ini, usaha ini menarik untuk ditekuni. Selain itu, konsumen juga dapat secara bebas mengkonsumsi bakso dan mie ayam yang lezat dan juga sehat dalam jangka panjang.
Mie Soker telah berdiri selama enam tahun dan sekarang telah memiliki tujuh orang karyawan. Ketika memasuki warung ini terlihat sebuah warung yang bersih dan rapi. Hampir setiap lima belas menit pembeli datang silih berganti memesan mie ayam ataupun bakso. Wajar bila dalam sehari rata-rata terjual 150 mangkok, dan hari Sabtu Minggu bisa mencapai 200 mangkok. Tidak hanya itu, tidak sedikit pelanggan yang sengaja datang meski harus menempuh jarak sejauh 2-3 kilometer. Padahal banyak warung mie ayam dan bakso yang lebih dekat.
Enak, bersih, dan pelayanan memuaskan, mulai dari proses produksi hingga makanan siap saji. Itulah kiat Bapak Sukirno pemilik ”Mie Soker”. Para karyawan yang melayani pembeli juga memakai seragam yang unik untuk menunjukkan identitas dan ciri khas ”Mie Soker” agar tampak bersih dan rapi.
Berikut daftar menu sekaligus harga yang ditawakan oleh Mie Soker :

  • Makanan
Jenis makanan
Harga
Bakso Super Soker
Rp 12.000,-
Bakso Daging
Rp 8.000,-
Bakso Telur
Rp 8.000,-
Mie Ayam Pangsit
Rp 7.000,-
Mie Ayam Pangsit + Bakso
Rp 10.000,-

  • Minuman
Jenis Minuman
Harga
Es Teler
Rp 7.000,-
Es Campur
Rp 5.000,-
Es Kacang Merah
Rp 5.000,-
Es Jeruk
Rp 3.000,-
Es Teh Manis
Rp 3.000,-
Jus Pokat
Rp 7.000,-
Jus Melon
Rp 7.000,-
Jus Mangga
Rp 7.000,-
Jus Jeruk
Rp 7.000,-
Sop Buah Segar
Rp 7.000,-


B.           Keunikan Usaha
              Mie Soker menghasilkan bakso, mie ayam dan aneka jenis es yang memiliki beberapa keunggulan, antara lain :
·        Harga yang kompetitif
·        Memiliki rasa yang lezat, bergizi tinggi, tanpa penyedap dan tanpa bahan pengawet
·        Tempat makan yang nyaman, bersih, pelayanan yang mengutamakan dan memuaskan pelanggan
C.           Strategi Usaha
Dalam dunia bisnis, kita tidak dapat memungkiri bahwa pasti akan ada persaingan usaha. Baik usaha kecil maupun usaha besar yang sudah menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Apalagi jika berbicara mengenai bisnis kuliner, sudah pasti persaingan yang ada semakin banyak dan ketat. Konsumen disuguhkan berbagai jenis makanan dengan bermacam-macam keunikan dan keistimewaannya. Maka dari itu, agar bisnis yang kita bangun atau usaha yang sudah berjalan tidak tenggelam di tengah persaingan, maka ada beberapa strategi bisnis kuliner dalam menghadapi persaingan.
Menurut Bapak Sukirno, strategi yang selama ini diterapkan dalam usaha Mie Soker ini antara lain :
·     Mempertahankan cita rasa dan meningkakan kualitas mie, bakso dan pelayanankepada pelanggan
·     Biaya gaji dioptimalkan sesuai hasil produksi
·     Pengembangan mesin pembuat mie maupun peralatan pendukung
·     Tetap melakukan promosi walaupun bisnis telah berjalan
·     Memanfaatkan kelemahan pesaing sebagai kelebihan bisnis kita
·     Belajar dari pengalaman dalam dunia bisnis kuliner
·     Menciptakan inovasi baru 

BAB IV
PENGEMBANGAN USAHA
Pengembangan usaha yang dilakukan dalam usaha Mie Soker ini untuk sementara terfokus dalam proses produksi dan sumber daya manusia / tenaga kerja. Pengembangan usaha dalam proses produksi dilakukan dengan cara menambah sarana dan prasarana serta tenaga produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi, seperti penambahan aset berupa peralatan dapur misalnya mesin untuk membuat mie. Sehingga kapasitas dan kualitas produksi dapat ditingkatkan.
Langkah-langkah ini dilanjutkan dengan meningkatkan sumber daya manusia / tenaga kerja yang merupakan pengelola. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki harus sesuai dengan kebutuhan usaha, jangan terlalu banyak sehingga menjadi tidak efisien. Hal ini dijadikan strategi pengembangan produksi ke depannya bagi usaha Mie Soker ini untuk dapat membuka cabang yang baru di lokasi lain yang tak kalah strategis dengan pertimbangan dan perencanaan yang matang.

BAB V
ANALISIS
Bisnis kuliner (makanan) menjadi ladang bisnis yang lumayan menggiurkan. Selain menambah variasi makanan, keberadaan Mie Soker ini juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Dampak positif tersebut antara lain dengan adanya Mie Soker ini, membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar. Selain itu, juga dapat menumbuhkan semangat wirausaha kepada masyarakat sekitar setelah melihat perkembangan penjualan di warung Mie Soker ini.
Dengan melihat dari segi sumber daya kewirausahaan, produksi, minat pasar dan keuangan, apabila Mie Soker ini mampu mempertahankan cita rasa dan meningkakan kualitas mie, bakso dan pelayanan kepada pelanggan maka peluang untuk terus mengembangkan usaha  semakin terbuka lebar.
Pengembangan usaha dapat dilakukan dalam proses produksi dengan cara menambah sarana dan prasarana serta tenaga produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Atau dengan cara meningkatkan sumber daya manusia / tenaga kerja yang merupakan pengelola. Sehingga diharapkan dapat membuka cabang yang baru di lokasi lain yang tak kalah strategis.

Thursday, August 12, 2010

PUTING BELIUNG

Angin puting beliung adalah angin kencang, tetapi tidak semua angin kencang itu puting beliung. Tergantung kecepatan angin yang menyertainya. Kejadiannya tergolong singkat antara 3-5 menit namun jarang hingga 10 menit. Setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur-angsur melemah kecepatannya. Angin kencang ini bisa berlangsung lebih dari 30 menit bahkan bisa lebih dari satu hari. Kecepatannya berkisar antara 20-30 knot. Kecepatan angin puting beliung sendiri dapat mencapai 40-50 km/jam. Puting beliung biasanya terjadi pada :
  1.   pancaroba baik dari hujan kemarau maupun sebaliknya, bisa juga terjadi di saat musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari
  2. musim penghujan dengan kriteria sbb :
-       1 – 2 hari atau lebih kondisi cuacanya clear atau panas, biasanya hujan pada hari berikutnya akan lebat disertai petir dan angin kencang.
-       biasanya pada pagi hari cerah dan berawan, maka sore harinya berpeluang terjadi angin kencang / puting beliung

            Munculnya puting beliung bisa diperkirakan sekitar selepas pukul 13.00-17.00 WIB namun bisa saja pada waktu malam hari. Angin ini tidak datang tiba-tiba begitu saja, berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (awan Cumulonimbus/Cb) yang dekat dengan permukaan. Jenis awan berlapis-lapis berbentuk seperti bunga kol ini menjulang hingga ketinggian 30.000 feet lebih. Dapat juga berasal dari multi sel awan dan pertumbuhannya secara vertikal dengan luas area horisontalnya sekitar 3-5 km. Karena terbentuk dari awan Cb yang sifat tumbuhnya tergantung dari intensitas konvektif yang sulit diperkirakan, maka tidak ada angin puting beliung susulan. Puting beliung sifatnya lokal dan tidak merata, jangkauannya kurang dari  1 kilometer.
            Puting beliung sulit diprediksi, namun tanda-tandanya dapat diketahui. Biasanya puting beliung terjadi pada tanah lapang yang vegatasinya kurang, jarang di daerah perbukitan atau hutan yang lebat. Tanda-tanda kehadiran puting beliung, satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas atau pengap. Sekitar pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan belapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepi yang tampak sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Tahap berikutnya, awan tersebut akan berubah warna dengan cepat menjadi hitam gelap. Jika pepohonan sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang bergoyang cepat, maka hujan dan angin kencang sudah akan datang. Di kulit terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang turun adalah hujan yang tiba-tiba deras. Jika hanya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita berdiri. Jika terdengar sambaran petir yang cukup keras, ada kemungkinan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
            Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh angin puting beliung antara lain sebagai berikut:
  • biasanya hanya menghantam rumah non permanen atau rumah yang beratap seng / asbes maupun pelepah daun nipah serta rumah bedeng
  • atap rumah berterbangan
  • pohon yang rapuh

PEMBENTUKAN AWAN KONVEKTIF

Fenomena cuaca ekstrim seperti curah hujan yang tinggi dengan periode yang singkat, kadang-kadang disertai dengan angin kencang (puting beliung), petir serta hujan es merupakan akibat dari dampak pemanasan yang tidak merata yang mengakibatkan massa udara dingin dan panas akan bersinggungan pada wilayah yang sempit dan menyebabkan turbulensi udara, sehingga akan menimbulkan terjadinya awan-awan konvektif yang cukup banyak dengan periode tumbuhnya yang cukup cepat seperti awan Cumulus Congestus dan Cumulonimbus (Cb).
Adapun awan-awan konvektif tersebut antara lain Cumulus Congestus dan Cumulonimbus (Cb). Awan Cumulus Congestus adalah seperti awan Cumulonimbus, perbedaannnya pada awan Cumulus Congestus belum cukup tinggi sehingga belum terbentuk puncak yang berwarna putih. Awan Cumulus adalah jenis awan kecil yang menjulang ke atas dengan dasar awan antara 600-1000 meter, tinggi puncaknya antara 1500-5000 meter. Cumulus kecil yang berbentuk seperti kapas tidak menimbulkan hujan, sedangkan Cumulus besar yang kehitam-hitaman dapat menghasilkan hujan lokal ringan.
Awan Cumulonimbus (Cb) adalah awan Cumulus yang besar dan menjulang tinggi sebagai awan hujan yang disertai angin kencang dan petir. Dasar awan Cumulonimbus antara 100-600 meter, sedangkan puncaknya dapat mencapai ketinggian 15 kilometer atau mencapai ketinggian tropopause. Dalam awan Cumulonimbus dapat terjadi batu es (hail), guruh, kilat, hujan deras dan kadang-kadang terjadi angin ribut (puting beliung). Awan Cumulonimbus bisa muncul dimana saja karena pemanasan matahari atau gerak vertikal, di tanah lapang atau tempat terbuka dengan panas matahari berlebih, sehingga dalam kondisi ini tekanan rendah terjadi dan akan terjadi perpindahan sejumlah massa udara ke tempat yang bertekanan rendah itu. Biasanya terlihat berupa angin berputar kecil dengan kecepatan tidak begitu tinggi dan hanya mampu menerbangkan benda-benda ringan ke udara, seperti kertas, daun kering, sampah plastik, debu dan pasir.
Adapun fase pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) adalah sebagai berikut :
  1.        Pada fase tumbuh, awan calon Cumulonimbus akan terlihat tumbuh pesat terutama komponen vertikalnya karena seluruh gerakan atau arus dalam pertumbuhan awan bergerak ke atas sehingga semakin besar dan dapat menjulang tinggi di angkasa hingga ketinggian 15 kilometer. Substansi awan ini, semuanya berupa butiran air sampai ketinggian 5 kilometer dan butiran air bercampur salju (sampai puncaknya) sekitar 8 kilometer.
  2.           Fase dewasa atau matang tercapai jika puncak awan sudah membentuk landasan dengan bagian atas berbentuk datar karena awan padat ini mendapat tekanan dari tropopause yang sangat stabil dan panas. Pada fase ini substansinya berupa butiran salju di bagian bawah, bagian tengah berupa butiran air campur salju dan bagian puncak semuanya berupa butiran es (kristal). Pada tahap ini pula, arus udara dalam awan naik (up draft) dan turun (down draft) sehingga kristal-kristal es bisa menembus bagian bawah dan tengah. Dari sinilah lahirnya mekanisme hujan es (hail). Dan di antara arus udara naik dan turun ini terjadi arus geseran memuntir yang dalam kondisi tertentu tabung puntiran angin dapat menerobos sampai ke bumi mirip belalai gajah sehingga menimbulkan angin puting beliung.
  3.     Fase dissipasi (pelenyapan), ditandai dengan adanya arus udara ke bawah yang lemah di seluruh sel. Fase ini disertai dengan intensitas hujan yang makin menurun dari hujan sedang menuju hujan ringan.